MANUSIA SAMPAH

Hampir setiap bepergian, entah itu berkendara (sepeda motor atau mobil), ngangkot, atau berjalan kaki, selalu melihat orang membuang sampah sembarangan. Pelakunya pun bervariasi, dari mulai anak kecil sampai kakek-kakek, dari mulai supir/penumpang angkot sampai supir/penumpang mobil mewah. Caranya pun juga bervariasi, mulai dari membuang sampah dari atas sepeda motor, dari dalam mobil (buka kaca, buang sampah ke luar mobil), saat berjalan kaki, dan lain sebagainya. Kondisi ini menurut hemat saya sudah dalam tahap DARURAT! Bayangkan, hampir setiap saya bepergian selalu melihatnya. Untung saya beraktivitas di rumah sehari-harinya, jadi tidak terlalu emosi melihat kondisi tersebut setiap hari.

Dari kondisi tersebut, saya berkesimpulan bahwa itu sudah menjadi ‘kebiasaan’, atau bahkan budaya. Budaya yang TIDAK BAIK tentunya. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena hal tersebut dilakukan si Pelaku tanpa rasa bersalah ataupun malu sama sekali. Dalam agama Islam pun ada hadist yang mengatakan “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Entah hadist itu sahih atau tidak, tapi yang pasti saya meyakini maknanya sangatlah baik.

Manusia Sampah“Tidak ada tempat sampahnya dekat sini.” Mungkin itu salah satu alasan orang membuang sampah sembarangan. Tapi menurut saya itu bukan suatu alasan, melainkan pembelaan. Kalau kita memang benar-benar cinta lingkungan, kalau kita benar-benar beriman, kita pasti tidak akan membuang sampah sembarangan. Banyak cara untuk tidak membuang sampah sembarangan. Salah satunya, kalau kita dalam perjalanan ya simpan dulu sampahnya sampai kita menemukan tempat sampah, taruh di kantong, tas, atau bungkus plastik kering jika sampahnya basah. Di mobil juga harus/wajib/kudu sedia tempat sampah. Kalaupun tidak ada tempat sampah ya jangan buang ke luar mobil.

 

mudikIni bukan masalah sepele menurut saya. Dampaknya sangatlah luas. Lihat saja kasus ‘BREXIT’ a.k.a Brebes Exit lebaran kemarin, kemacetan yang sangat panjang mengakibatkan BANJIR SAMPAH…EDAN! Orang kota tapi perilakunya ‘kampungan’ hehe… Selain itu juga menjadi salah satu penyebab banjir di mana-mana (terutama daerah ibukota dan sekitarnya). Di tempat-tempat wisata, baik wisata dalam kota, maupun wisata alam (pantai & gunung) juga menjadi ajang buang sampah sembarangan. Hal ini tentu saja mengikis keindahan dan merusak kelestarian alam. Sampai-sampai ada slogan “Di mana ada orang Indonesia, di situ ada sampah.” Hehe… Tentu slogan itu bukan ditujukan untuk semua orang Indonesia.

Sangat ultra sulit sekali untuk merubah atau memperbaiki hal ini dalam waktu yang singkat, karena ini berkaitan dengan ‘kebiasaan’ atau ‘budaya’ yang sudah mengakar dalam diri seseorang. Solusinya menurut saya adalah, untuk jangka menengahnya, pemerintah harus secara konsisten turut serta dalam menyosialisasikan kesadaran akan lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat, dan memberlakukan penertiban dengan peraturan yang memberikan efek jera bagi si Pelaku. Untuk jangka panjangnya, di setiap sekolah (terutama SD, SMP, SMA) harus ada pendidikan tentang lingkungan. Dan yang terakhir, menurut saya yang paling penting dan harus dilakukan oleh setiap keluarga adalah mendidik anak-anak kita semua dari sejak dini untuk menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya yaitu dengan mengajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan di mana pun dan kapan pun. Karena tidak ada satu alasanpun yang membenarkan untuk membuang sampah sembarangan! Karena BUMI BUKAN TEMPAT SAMPAH!

monyet1-tempat-sampah-fiber

Sumber gambar/foto: dari berbagai sumber di google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s