(Tidak) Berani Mengatakan Tidak

Berani mengatakan “tidak” dengan maksud untuk terus melanjutkan amanah adalah salah satu bentuk ketegasan. Dan ini tidak dilakukannya. Hal ini yg menjadi satu-satunya alasan saya untuk tidak akan memilihnya. Sepintas sepele, tapi bagi saya ini sangat mendasar. Ini masalah PRINSIP bro! Apa jadinya kalau negara dipimpin orang yang hanya manut perintah orang lain tanpa mempertimbangkan janji yang sudah diucapkannya. Ingkar janji seperti sudah menjadi hal yang biasa. Ada yang bilang “kalo nanti jadi Presiden kan wewenangnya jadi lebih luas, bisa lebih bermanfaat untuk lebih banyak orang”. Menurut saya ini hanya pembenaran saja. Lima tahun ke depan juga akan ada kesempatan lagi untuknya. Apakah se-urgent itu? Sampai-sampai mengingkari janjinya. Menurut saya, dengan alasan apapun itu, tetap saja ingkar janji namanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)

Nah, masalah dosa itu urusan nanti dengan Allah SWT di akhirat. Di dunia, pertanggungjawabannya dengan orang-orang yang telah diberi janji olehnya. Itu aja sih… *curahan hati* :p

Stand On The Floor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s