Lokasi Ramai Belum Tentu Bagus

Tadi bertemu dengan seorang teman di masjid setelah melakukan ibadah sholat maghrib. Teman saat di Taman Kanak-Kanak yang tempat tinggalnya tidak jauh dari tempat tinggal saya, masih satu komplek. Seperti biasa saat bertemu teman yang jarang bertemu, dia bertanya “gimana kabarnya?” lalu “gimana bisnisnya, lancar Tas?”. Jawab saya “Alhamdulillah kabar baik, bisnis masih jalan, hehe…”. Kemudian saya teringat cerita Ibu saya. Ibu saya pernah bercerita tentang teman saya itu dari temannya, yang tidak lain adalah saudara dari orang tuanya teman saya.

Kata Ibu saya, teman saya itu pernah membuka usaha, dan kemudian tutup. Tanpa ragu, saya langsung mengajukan pertanyaan kepada teman saya itu, “denger-denger lo dulu pernah buka usaha ya?” Dia menjawab dengan disertai senyum “iya Tas, sempet berjalan tiga bulan”. “Lho, cuma tiga bulan? Emang kenapa?” Tanya saya penasaran. “Iya Tas, salah milih tempat” Jawabnya. Saya tambah penasaran, “Emang usaha apa? lokasinya di mana?”. Dia jawab “Usaha Pempek Tas. Lokasinya di depan Ciledug Indah, jalanannya kan menurun gitu Tas, orang lewat ngebut, jadi ga merhatiin lokasi itu”. “Ouh gitu…” ujar saya. Percakapan harus berakhir karena tempat tinggalnya lebih dekat dari masjid, dan sepertinya dia juga ada keperluan lain. Dalam hati saya “Wah, kapan-kapan harus ngobrol lagi nih, harus digali pengalaman gagalnya, siapa tahu bisa saling sharing juga.”

Ternyata lokasi ramai belum tentu bagus buat kelangsungan bisnis. Entah pengelolanya yang belum tahu ilmu “Buka Langsung Laris” atau memang murni faktor lokasinya. Agak kaget juga sih, soalnya lokasinya itu benar-benar di pinggir jalan raya (dua arah), dan ramai lalu lalang kendaraan setiap harinya. Apa memang benar orang yang lewat sebagian besar tidak melihat tempat usahanya itu? Apa sudah ada usaha kreatif agar tempatnya diperhatikan orang yang lewat, sebelum memutuskan untuk ditutup? Sayang sekali menurut saya, karena investasinya pasti cukup besar untuk menyewa tempat di pinggir jalan raya. Nanti kalau bertemu teman saya itu lagi akan saya ajak ngobrol lagi ah…Sekian, tunggu kelanjutannya setelah saya ngobrol lagi dengan teman saya ya…😀

2 thoughts on “Lokasi Ramai Belum Tentu Bagus

  1. Kagak usah nunggu ketemu lagi, lgsg samperin aja rumahnya. Deket inih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s