Everybody is in HURRY…everyday…

Semua orang terburu-buru di jalanan…
Tanpa memikirkan orang lain, “yang penting gw nyampe tujuan dgn cepet, persetan dgn yg lain”.
Berhenti di depan garis (zebra cross), menerobos lampu merah, lewat trotoar, kontra flow, lewat jalur busway, menerobos palang pintu KA, semua itu dilakukan dengan dalih “buru-buru”, “mengejar waktu”, dsb.

Benarkah “buru-buru”??? Emang WAKTU kita semahal apa sih??? Sampai tidak mengindahkan nyawa kita, bahkan nasib keluarga kita bagaimana kalau kita sudah tiada??? Apakah semua itu hanya karena “buru-buru”??? Saya tidak yakin!
Kita mungkin LUPA (atau mungkin tidak sadar), ketika kita melakukan pelanggaran lalulintas, kita telah merugikan orang lain, membuat kondisi lalulintas semakin semrawut.

Ketika kita berhenti didepan garis (zebra cross) pada saat lampu merah, kita telah mengambil hak pejalan kaki. Selain itu, di kebanyakan persimpangan yang ada lampu lalulintasnya, kita tidak bisa melihat lampu lalulintas apabila sudah waktunya jalan (lampu hijau). Pada saat menerobos lampu merah, kita berarti menantang malaikat pencabut nyawa. Banyak sekali kasus kecelakaan terjadi karena menerobos lampu merah. Dan tidak jarang berujung kematian. Alih-alih ingin cepat, malah celaka. Apabila pelanggar yang celaka sih memang sudah akibatnya seperti itu. Tapi bagaimana bila yang celaka adalah justru yang bukan pelanggar? *mikir dikit*

Ketika kita lewat trotoar, yang seharusnya adalah fasilitas untuk pejalan kaki, kita telah mengambil hak orang lain. Kita telah membuat pejalan kaki tidak nyaman, bahkan membahayakan mereka. Ketika kita melawan arus (kontra flow) tanpa ada instruksi dari Pak Polisi, kita telah membahayakan diri kita dan juga orang lain. Membuat kondisi lalulintas semakin semrawut. Alih-alih ingin cepat, malah tambah macet, atau bahkan malah celaka.

Ketika kita menerobos lewat jalur busway, kita telah merugikan orang lain sekaligus membahayakan diri kita. Menghambat laju bis TransJakarta, sehingga penumpang bis terlambat sampai tujuan. Dan jika kita tertabrak bis, yang disalahkan supir bisnya, padahal sudah ada rambu “Dilarang masuk jalur busway”, jelas sekali. “Gak adil banget, masa jalur busway lancar, jalur biasa macet! Jalur busway juga harus ikut macet donk!” Mungkin itu yang ada di pikiran kebanyakan pengendara mobil/motor pribadi, hehehe…

Mau nerobos palang pintu KA?? Ga usah mikir, orang CERDAS pasti ga bakal menerobos palang pintu KA. Terus yang suka nerobos? (jawab aja sendiri :p). Mau pilih mana, mati (atau minimal rumah sakit lah :D) atau telat beberapa menit? Nah, jawaban dari pertanyaan ini bisa dilihat mana yang CERDAS dan mana yang BODOH (maaf) hehehe…
Melanggar lalulintas sudah pasti ada sanksinya, tanya saja sama Polisi atau Hakim. Merugikan atau mencelakakan orang lain DOSA ga? Tanya saja sama Pemuka Agama.

Huffth…kadang saya suka emosi sendiri kalau lihat kondisi lalulintas (terutama di Jakarta dan sekitarnya). Miris sekali. Tidak ada yang bisa dilakukan. Ababil mengendarai motor/mobil sambil maenan ponselnya, udah gitu ga pake helm pula. Ibu-ibu (kebanyakan, tidak semua) mengendarai motor tidak tahu aturan, dan tidak pakai helm. Jalan-jalan sore sama anaknya yang masih balita naik motor di jalan raya, tanpa menggunakan helm. Dan banyak lagi perilaku-perilaku “aneh” lainnya. Miris sekaligus “ngeri” saya melihatnya. Jarak dekat tidak akan membuat “aspal” jadi empuk. Peci/kopyah juga tidak membuat kepala kita jadi sekuat baja.

Hmmm…sudahlah, itu urusan mereka, nyawa juga nyawa mereka. Bukannya tidak peduli, tapi apa boleh buat? Buat apa boleh? *lho :p Yang dapat kita lakukan hanyalah menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Paling tidak kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Yang punya anak, didiklah anaknya sebaik mungkin, jadilah panutan bagi anak-anak kita. Yang orang tuanya masih ada, dinasehatin pelan-pelan kalau suka mengendarai motor tanpa helm.

Saya selalu ingat pesan dari Aa Gym. Lakukanlah 3M. Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai sekarang juga! Sekian tulisan saya ini, yang tidak lain adalah curahan hati saya. Mohon maaf apabila ada yang “kesindir” atau “tersinggung” karena baca tulisan ini. Mungkin bahasanya kurang sopan. Saya bukan bermaksud “ngajak berantem”. Tapi sekedar mengingatkan saja. Saya juga hanya manusia biasa yang juga kadang melakukan pelanggaran-pelanggaran lalulintas. Tapi saya selalu berusaha untuk tidak melakukan pelanggaran itu sebisa mungkin, dan sesering mungkin. Karena saya tidak ingin merugikan orang lain karena sikap EGOIS saya di jalanan. Sekian dan terimakasih… #KeepSafetyRiding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s