Mencoba Hal Baru (1)

Bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2013 kemarin saya ikut berpartisipasi di Sahabat Anak, yaitu sebuah organisasi sosial yang concern terhadap anak-anak jalanan. Walaupun sebenarnya belum terlibat secara serius dalam organisasi tersebut, karena baru terlibat di event-eventnya saja. Tetapi saya sangat senang bisa berbagi dengan adik-adik dan kakak-kakak sesama volunteer, juga sekaligus terinspirasi.

LOGO KADOAwalnya saya dikirimkan proposal kegiatan tersebut via email oleh seorang teman saya yang memang aktif di Sahabat Anak, dengan maksud meminta saran/pendapat/masukan untuk kegiatan KADO. Setelah saya baca proposalnya, saya tertarik dan berniat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Jujur saja, awalnya ketertarikan saya karena ada sesi pelatihan dari Ciputra Entrepreneurship untuk para volunteer yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut pada acara briefing. Hehehe, maklum masih perlu belajar banyak tentang ilmu-ilmu entrepreneurship (kewirausahaan) untuk mengembangkan usaha yang sedang saya jalani. Namun, entah kenapa sepertinya pelatihan tersebut dibatalkan. Tapi tidak jadi masalah bagi saya, karena alasan kedua saya tertarik dengan kegiatan ini adalah karena ingin mencoba hal baru. Menurut artikel yang pernah saya baca, salah satu cara untuk menjadi orang kreatif adalah dengan melakukan sesuatu hal yang berbeda (baru), tidak monoton, supaya tidak jenuh.

Brainstorming KADO 2013Dua event yang kemarin saya ikuti adalah KADO dan Jambore Sahabat Anak. Kedua kegiatan tersebut sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan, di mana acara puncaknya adalah di Jambore Sahabat Anak, yang merupakan acara tahunan. Di kegiatan KADO para volunteer mendampingi dan membimbing adik-adik untuk menciptakan sebuah karya. Karyanya bisa berupa apa saja, mulai dari produk inovatif, seni, dan karya-karya lainnya yang bermanfaat. Saya tergabung di Sahabat Anak yang berlokasi di Gambir, yang terbagi menjadi 2 kelompok KADO. Kegiatan ini diawali dengan brainstorming adik-adik, untuk menentukan tema dan karya apa yang akan dibuat masing-masing kelompok. Dari proses brainstorming tersebut akhirnya kami tentukan untuk membuat produk inovatif yang dibuat dari kain perca (untuk kelompok Gambir I) dan koran bekas (Gambir II). Selanjutnya kami harus membuat proposal kegiatan tersebut untuk dikirimkan ke panitia pusat. Kami membagi tugas, saya dapat tugas membuat desain cover proposal dan time schedule kegiatan. Wah, serasa kembali ke masa kuliah dulu, saat aktif-aktifnya berorganisasi, hehe…

Singkat cerita (klo diceritain semua bakal panjang banget soalnya hehe), pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2013 di Monas (dekat kandang rusa), digelarlah Gambir Art Festival, yang terdiri dari kegiatan pameran hasil karya (produk) anak-anak Gambir yang terbuat dari kain perca dan koran bekas. Pameran ini gratis untuk umum, jadi pengunjung Monas bisa datang untuk melihat-lihat hasil karya anak-anak Gambir. Selain pameran ada workshop atau pelatihan membuat kreasi/produk dari kain perca dan koran bekas, dengan trainer anak-anak Gambir. Untuk mengikuti workshop ini para peserta hanya dikenakan biaya Rp10,000. Di acara tersebut para pengunjung juga bisa berfoto dengan menggunakan kamera polaroid, langsung jadi! Hanya dengan Rp15,000 para pengunjung bisa berfoto dan bernarsis ria.

Alhamdulillah acara tersebut berjalan lancar, sungguh di luar harapan kami. Cuaca cerah, sangat mendukung. Ditambah lagi, antusias pengunjung yang “lumayan” ramai, karena lokasi kami kebetulan berdekatan dengan kegiatan Jakarta Monorail Expo. Jadi, sedikit banyak berdampak ke banyaknya pengunjung di Gambir Art Festival. Tidak disangka ternyata anak-anak juga sangat antusias pada saat acara tersebut berlangsung.

Selama sekitar 4 bulan kami, para pendamping KADO, berkumpul di Gambir, kadang di Monas, kadang di Stasiun Gambir, kadang di Balai Warga Pejambon. Suka dan duka meliputi proses kegiatan tersebut. Mulai dari cuaca yang kurang mendukung saat persiapan, sampai antusias anak-anak yang naik turun semangatnya. Tapi itu semua terbayar setelah terlaksananya acara sederhana Gambir Art Festival. Aaaaahhh…akhirnyaaa…terlaksana juga acara tersebut…leganyaaa…hahaha… Kami semua pun merasa LEGA tak terkira. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, serta niat baik kami semua, menjadi tabungan semangat untuk terus memberi yang terbaik kepada adik-adik.

Sekian dulu ya…untuk Jambore Sahabat Anak akan ada di tulisan saya selanjutnya.

Terimakasih buat kakak-kakak pendamping atas kerjasama yang luar biasa: Kak Sari, Kak Cathrine, Kak Alfa, Kak Gun, Kak Ambar, Kak Glory, Kak Rino, dan kakak-kakak Sahabat Anak lainnya yang turut mendukung terselenggaranya Gambir Art Festival. God Bless You All!!!

2 thoughts on “Mencoba Hal Baru (1)

  1. boleh share info u/ join jadi volunteer

    • Untuk info bisa cek di websitenya (www.sahabatanak.org). Saya soalnya cuma volunteer event aja, belum gabung tetap hehe. Atau langsung aja datang ke lokasi bimbelnya, lokasi2nya ada di website infonya. Oya, bulan Oktober ini ada event tahunan Jambore Sahabat Anak, masih pembukaan pendaftaran kyknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s