Lebih dari sekedar Straight Edge

straight_edge_wallpaper_by_cripplergfx-d4uis75Apa itu Straight Edge? Bagi anak Hardcore atau Punk, istilah “Straight Edge” sudah tidak asing lagi. Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan. Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge dalam album EP pertama mereka. Mereka membantu menginspirasikan sebuah gerakan yang lurus (Bahasa Inggris straight edge). Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo “X” straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980.[1] Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles’ dengan logo hitam besar “X” sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Memang bukan istilah baru, dan bukan untuk memopulerkan kembali istilah “Straight Edge”. Tulisan ini hanya sekedar pemikiran dan padangan lain terhadap “Straight Edge” yang muncul di kepala saya. Melihat pengertian dan sejarah munculnya istilah “Straight Edge” di atas, bahwa terdapat kegelisahan dan mungkin kejenuhan bagi anak-anak Punk dan Hardcore (serta anak-anak yang berkecimpung di musik underground). Jelas sekali maksud dan tujuan faham atau gerakan Straight Edge ini sangat positif. Yaitu, untuk melawan kebiasaan-kebiasaan atau perilaku komunitas underground yang cenderung negatif (penggunaan narkoba, miras, rokok, sex bebas, dll), dengan mengatakan bahwa untuk menjadi anak Hardcore, Punk, atau musik underground lainnya, kita tidak harus melakukan hal-hal negatif seperti yang umum dilakukan anak-anak underground saat itu. Faham ini mengajak untuk sadar bahwa perilaku negatif tersebut dapat merusak diri sendiri (fisik), rumah tangga, bisnis, dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

LuMaxArt_Golden_Family_With_World_Religions_Namun, saya berpikir kembali. Bukankah agama juga melarang perilaku-perilaku negatif tersebut. Mengapa harus mencari pemahaman baru di luar agama untuk melawan perilaku negatif tersebut? Apakah pengaruh agama tidak begitu kuat di sana pada saat itu? Kawan-kawan di sana lah yang bisa menjawabnya. Who knows…?

Jelas sekali bahwa semua agama melarang perilaku-perilaku negatif yang merusak diri maupun orang lain. Bisa dibilang saya adalah seorang yang “straight edge”, karena saya tidak merokok, tidak minum alkohol, tidak melakukan sex bebas, dan perilaku negatif lainnya. Bukan saya sombong, hanya apa adanya saja. Dan saya melakukan itu bukan karena pemahaman saya terhadap “Straight Edge”, tapi karena saya menganut salah satu agama. Saya bukan bermaksud untuk menentang pemahaman tersebut, selama hal tersebut positif sih sah sah saja. Tapi, jangan sampai pemahaman tersebut mengesampingkan agama kita (apapun agamanya). Itu aja sih, hehe… Keep your faith and keep rockin’ guys \m/

 

Referensi: Wikipedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s