Iklan dan Kelestarian Lingkungan

CB001539Apakah Anda pernah melihat iklan produk “Aquarius”? Kalau belum pernah silakan cari di Youtube dengan kata kunci “iklan aquarius”. Jika Anda sudah pernah melihatnya, mari kita berdiskusi sedikit tentang iklan tersebut. Saya tidak akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan produknya. Tapi saya ingin mengkritisi sedikit mengenai iklannya. Mengapa saya ingin mengkritisi? Karena ini berkaitan dengan orang banyak. Setiap hari iklan suatu produk ditayangkan di  sela-sela (jeda) acara televisi. Apalagi iklan tersebut merupakan iklan produk baru, satu hari bisa beberapa kali tayang. Berapa juta orang yang menonton televisi di Indonesia? Dari orang tua sampai anak kecil menonton televisi. Kalau setiap hari melihat iklan yang sama, apa yang terjadi pada jutaan orang tersebut? Jika konten iklannya menampilkan hal-hal positif tentu akan sangat dahsyat manfaatnya. Namun, yang jadi masalah adalah bagaimana jika konten iklannya mengandung hal-hal negatif? Meskipun bukan dengan maksud disengaja, hal-hal negatif yang terdapat di suatu iklan bisa secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi perilaku pemirsa (penonton) televisi. Hal ini dikarenakan intensitasnya yang sering ditayangkan.

Secara umum, kesadaran masyarakat Indonesia akan kelestarian lingkungan memang masih kurang. Meskipun secara khusus, sudah banyak komunitas-komunitas atau organisasi-organisasi yang concern terhadap kelestarian lingkungan termasuk program-program CSR dari perusahaan-perusahaan. Namun, saya rasa itu belum cukup untuk menyebarkan lebih luas lagi kesadaran tersebut, tanpa peran serta pemerintah. Kondisi lingkungan yang memprihatinkan di banyak daerah di Indonesia menjadi bukti ketidaksadaran masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai contoh daerah yang merupakan ibukota negara Indonesia, dan juga menjadi sorotan utama bagi negara lain terhadap Indonesia, yaitu Kota Jakarta. Di tengah megahnya gedung-gedung perkantoran, pabrik-pabrik, jalan TOL, jalan layang, dan sebagainya, terselip perkampungan-perkampungan kumuh, dengan sampah yang berserakan di jalan-jalan dan di sungai-sungai. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab utama banjir di hampir setiap sudut ibukota di kala musim hujan setiap tahunnya. Hal ini sudah seharusnya menjadi prioritas utama dalam program-program kerja dinas terkait.

Sangat sulit memang mengubah perilaku masyarakat, terutama untuk usia remaja sampai dewasa, karena hal ini berkaitan dengan kebiasaan. Dan kebiasaan akan membentuk karakter. Jika dari kecil sudah buang sampah sembarangan, maka ketika dewasa hal tersebut menjadi kebiasaan dan menjadi perilaku kesehariannya. Hal ini tentu tidak dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Kaya atau miskin, semua bisa berperilaku negatif. Walaupun memang daerah kumuh dihuni oleh masyarakat berekonomi bawah. Tapi, sering juga saya melihat sampah-sampah yang dibuang dari dalam mobil-mobil mewah di jalanan. Ironis sekali memang. Orang kaya yang notabene berpendidikan tinggi pun tak luput dari perilaku (maaf) “kampungan”.

Dari kondisi yang saya paparkan di atas, maka saya berpendapat bahwa pemerintah seharusnya membuat regulasi terhadap iklan-iklan produk (apa saja), dengan mewajibkan “menyelipkan” hal-hal tentang menjaga kelestarian lingkungan (go green). Sebagai contoh, pada iklan Aquarius terdapat adegan orang yang sedang berlari (olahraga), lalu meminum sebotol minuman isotonik, kemudian membuang botol tersebut “sembarangan”. Jika, perusahaan terkait concern terhadap kelestarian lingkungan, pasti memikirkan hal tersebut, dengan menampilkan adegan “membuang botol bekas ke tempat sampah”. Apa susahnya? Meskipun hanya sekilas, tapi pemirsa TV melihatnya ,dan pikiran bawah sadar akan merekamnya, dan kemudian tertanam dibenaknya “botol bekas dibuang di tempat sampah”. Apalagi iklan tersebut ditayangkan berulang kali setiap hari, dalam sehari bisa beberapa kali tayang. Maka, akan semakin tertanam dibenaknya. Setelah tertanam maka perilaku akan mengikutinya. Dahsyat! Joss! *TDWStyle :p

Semoga tulisan ini bisa menjadi masukan bagi siapapun pembuat kebijakan, dan menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan, amiiin! Mohon maaf apabila ada kesalahan, tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu. Tulisan ini hanyalah curahan dari pemikiran seorang anak muda yang concern terhadap masa depan bumi yang nantinya akan menjadi tempat tinggal anak cucu kita di masa yang akan datang. Jangan sampai anak cucu kita hidup dalam lingkungan yang tidak layak yang disebabkan perilaku buruk kita terhadap lingkungan di masa sekarang. Sadarlah… be an Earth Lover…forever…😀

Referensi: http://lathiffida47.wordpress.com/2012/05/08/makalah-pengaruh-media-televisi-terhadap-perilaku-remaja/

2 thoughts on “Iklan dan Kelestarian Lingkungan

  1. Setuju, aq dari pertama liat iklan itu kok ngak sreg mengenai buang botol minumannya disembarang tempat,. Itu edukasi yang negatif, dan jadi kurang respek sama produk itu, padahal dari jepang katanya, disna kan negara palaing tertib termasuk soal sampah.. Apa badan sensor ngak ada verifikasi ya.. Untuk menjadi bangsa besar harusnya memperhatikan hal-hal kecil yang sebernay sangat prinsip utk kehidupan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s