Konser Weezer Jakarta

DSC_0494 (kecil)Tepat dua minggu yang lalu, tanggal 8 Januari 2013 merupakan hari yang membahagiakan bagi Weezerian Indonesia (sebutan fans Weezer Indonesia). Setelah dua puluh tahun menunggu, akhirnya Rivers Cuomo, Brian Bell, Patrick Wilson, dan Scott Shriner, bernyanyi bersama di Lapangan D Senayan, Jakarta – Indonesia. What a dream came true!

Baru kali ini saya bela-belain nonton konser musik dengan harga tiket yang cukup mahal (relatif). Paling tidak yang termahal yang pernah saya tonton. Karena band-band favorit saya yang lainnya beraliran lebih cadas (punk rock) yang notabennya di bawah payung indie label, dan biasanya cenderung lebih murah harga tiket konsernya.

Saya mengenal Weezer sejak SMU (2001), diperkenalkan oleh teman saya, Ahmad Baihaqi. Lagu Weezer yang pertama saya dengar adalah Say It Ain’t So, yang dibawakan band teman saya pada saat latihan. Kemudian saya dipinjamkan kaset Blue Album. Pertama kali dengar langsung suka. Karena basic-nya memang saya suka musik cadas (rock), dan musik Weezer menurut saya sangat easy listening.

Saat hari H tiba, di siang harinya hujan turun sangat lebat sekali, dan durasinya pun cukup lama. Semua berdoa semoga nanti malam tidak hujan. Beberapa jam menjelang konser, saya pun bersiap-siap untuk berangkat menuju Senayan. Cukup tergesa-gesa juga, karena saya belum menukarkan bukti pembayaran dengan tiketnya. Pada saat mau berangkat, ternyata ban motor saya BOCOR! Damn! Semakin panik saja, waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. Untung ada motor Vespa Bapak saya. Cihuy! Dengan hati sedikit lega, saya berangkat mengendarai Vespa Bapak saya.

Sesampainya di Senayan, dari parkiran, saya pun langsung mencari lokasi penukaran tiket, dengan tergesa-gesa tentunya. Untung saja di loket penukaran tiket tidak ada antrian. Setelah mendapatkan tiket saya pun langsung menuju pintu masuk sambil menelpon teman saya yang memang sudah janjian bertemu di lokasi konser untuk nonton bareng. Di perjalanan saya bertemu seorang teman lainnya yang juga akan menonton konser. Tapi ternyata beda kelas tiketnya, dia Premium (di tengh), dan saya Regular (paling belakang😦 ).
Sesampainya di dalam lokasi konser, saya mencari-cari teman saya yang sudah janjian, namun ternyata dia masih di luar. Akhirnya saya meneruskan langkah saya menuju panggung konser. Lalu bertemu dengan kakak dan adik teman saya, keluarga Weezerian, hehe… Lumayan ada teman ngobrol. Saya juga melihat beberapa selebritis yang juga akan menonton konser, yang saya lihat ada Ronal Surapradja dan Eno Netral.

DSC_0498 (kecil)Hanya beberapa menit sesampainya di depan panggung, acara pun di mulai. “Kami Weezer!” teriak Rivers Cuomo sang vokalis. Disambut sangat meriah oleh Weezerian yang hadir menonton. Lagu pertama yang dibawakan adalah “(If You’re Wondering If I Want You Too) I Want You Too”. Di sesi pertama konser ini, mereka membawakan beberapa lagu hits dari beberapa album, seperti “Pinkerton”, “Raditude”, “Make Believe” dan “The Green Album”. Tidak ada yang tidak bernyanyi, semua bernyanyi bersama.

Yang membuat konser ini menarik salah satunya adalah, pendekatan Rivers yang sering menggunakan beberapa kata bahasa Indonesia. Antara lain, “Mantap! Konser ini akan menyenangkan”, “Saya cinta kalian”, “sip”, “Teriak! Lebih keras!”, dan beberapa kata lainnya. Hal ini membuat suasana terasa akrab, setiap Rivers mengucapkan kata-kata dalam bahasa Indonesia, penonton menyambutnya dengan tawa dan teriakan. Kalau dalam ilmu marketing, ini disebut juga Customized Approach, kata Ippho Santosa (Marketer & Pakar Otak Kanan) di tweetnya (@ipphoright). Ternyata beliau juga ikut menonton konser tersebut, WOW.

Saat jeda, sebelum mulai sesi kedua, tak disangka-sangka, Karl Koch, yang merupakan webmaster, historian, archivist, dan unofficial fifth member dari Weezer, bercerita tentang perjalanan Weezer dari saat merintis sampai terkenal. Lebih menarik lagi, dia menyuguhkan slide show foto-foto “jadul” Rivers dan personel lainnya. Penonton sangat terhibur. Konsep konser Weezer ini sangat matang, dan berbeda dengan konser kebanyakan. Mereka memang KREATIF.

Sesi kedua pun tiba, dan “My Name is Jonas” menjadi pembuka sesi kedua konser tersebut. Di sesi kedua ini, mereka membawakan semua lagu yang ada di Blue Album, dan dengan urutan lagu yang tertera di sampul album tersebut. “No One Else” merupakan lagu yang saya tunggu-tunggu, that’s my favorite song of Weezer. Akhirnya, saya bisa bernyanyi “No One Else” bareng mereka. Puas rasanya😀
Konser ini pun ditutup dengan “Only in Dreams” dan teriakan Rivers “Sampai jumpa lagi!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s