Pengamen Berjiwa Marketer (1)

Sudah sejak lama saya ingin menulis tentang ini, tapi baru sempat sekarang ini. Saya ingin bercerita tentang pengalaman pribadi saya saat berkunjung ke kediaman saudara di Bekasi. Kejadian ini suda beberapa tahun yang lalu, tapi saya masih ingat, karena memang pengalaman yang menarik menurut saya.

Pada suatu hari (saya sudah lupa hari, bulan, bahkan tahun kejadiannya), saya bersama keluarga (Bapak & Ibu) pergi mengunjungi kediaman saudara di daerah Bekasi menggunakan angkutan umum. Setelah beberapa jam berbincang-bincang di rumah saudara, kami pun berpamitan untuk pulang. Hari sudah sore. Kami diantar saudara sampai pinggir jalan besar untuk menunggu bia yang akan kami naiki untuk sampai ke rumah kami. Beberapa menit kami menunggu, akhirnya bis tersebut muncul, kami pun menghentikannya dengan melambaikan tangan kami. Kami semua menaiki bis tersebut, dan menduduki bangku yang masih kosong.

Tidak lama kami menaiki bus tersebut, seorang pengamen menyusul menaiki bus tersebut. Tentunya dengan membawa gitar. Dia pun membuka performance dia dengan menyapa para penumpang bis. Saya sudah lupa lagu apa saja yang dia bawakan, dan jumlah lagu yang dia bawakan. Namun, ditengah-tengah performance-nya, setelah membawakan sebuah lagu, dia menanyakan kepada beberapa penumpang yang berada di dekatnya untuk mengajukan request sebuah lagu. Seorang perempuan penumpang bis di dekatnya pun mengajukan request lagu (saya lupa lagu apa yang di-request-nya). Lalu pengamen tersebut menyanyikannya diiringi dengan gitarnya.

Demikianlah cerita singkat tentang seorang pengamen yang berjiwa marketer. Mungkin ini terdengar biasa saja bagi sebagian orang. Namun, bagi saya ini suatu hal yang menarik, dan di luar “kotak”. Si Pengamen benar-benar total dalam menjalani profesinya, mungkin karena memang hanya itu yang dia bisa lakukan untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhannya. Sesungguhnya secara tidak sadar, si Pengamen sudah melakukan prinsip-prinsip dalam marketing. Dia menghibur (melayani) para penumpang bis (pelanggan) dengan sepenuh hati. Membuat mereka terhibur puas dengan diberikannya “request” lagu. Suaranya dan permainan gitarnya pun tidak “asal-asalan”. Saya yakin hampir semua penumpang bis itu tersentuh emosinya, sehingga keakraban pun tercipta antara si Pengamen dan para penumpang.

Benar-benar “di luar kotak” (out of the box) apa yang dilakukan si Pengamen tersebut. Coba kita perhatikan pengamen lain yang mengamen dengan cara biasa, naik bis, kemudian menyanyikan/membawakan beberapa lagu, menagih uang receh penumpang, lalu turun dari bis. Sangat biasa sekali. Tapi tidak dengan si Pengamen ini. Bisa dibilang dia adalah pengamen profesional.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua. Apapun profesi kita, jadilah marketer (profesional), untuk menjual “diri” kita maupun produk (dagangan) kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s