Booming Baby Shower

Baby-Shower

Sekarang ini lagi rame ‘Baby Shower’. Ada yang tau apa itu ‘Baby Shower’? Kalo bagi kalangan artis/selebritis dan sosialita udah ga asing lagi istilah itu, karena memang sedang nge-hits (trending). Jadi, Baby Shower itu asalnya dari budaya barat yang merupakan perayaan menyambut datangnya bayi. Kalo budaya Indonesianya ya tujuh bulanan. Serupa tapi tak sama. Kalo tujuh bulanan lebih ke acara religius dan ritual, tapi kalo baby shower lebih ke nuansa pesta. Di pesta tersebut ibu dan bayi ‘disirami’ hadiah oleh para undangan.

Kalo diliat dari sejarahnya ternyata cikal bakal baby shower itu udah ada di zaman Romawi Kuno. Wowww…Di masa itu sebuah perayaan khusus dibuat untuk ibu yang sebentar lagi akan melahirkan bayi. Hadiah-hadiah dipersiapkan untuk ibu dan bayinya, di mana semuanya adalah barang-barang handmade buatan sendiri, seperti keranjang bayi dari akar kayu atau selimut bayi dari kain perca.

Di Amerika Serikat, baby shower sangat populer pada era baby boom pada akhir perang dunia ke-2. Pasangan-pasangan muda dki sana menunjukkan dukungan kepada rekannya yang akan menjadi orang tua dengan membuatlkan pesta dan menghadirinya serta membawakan berbagai hadiah untuk meringankan beban finansial calon orangtua baru.

Berbagai kado tersebut tentunya seputar perlengkapan bayi, dan juga perlengkapan si ibu, termasuk untuk kesehatan bayi dan ibunya. Dan sebagai penyelenggara acara baby shower, orangtua calon anak itu juga harus mempersiapkan suguhan (makanan & minuman), dan juga souvenir atau bingkisan untuk para undangan. Beberapa souvenir yang biasa digunakan untuk acara pesta antara lain: Pin, Gantungan Kunci, Mug, Tumbler, Jam Dinding, Pulpen dan lain sebagainya. Souvenir-souvenir bisa dipesan di berbagai toko souvenir/merchandise, salah satunya di Garage27 (www.garage-27.com). Di Garage27, souvenir/merchandise tersebut bisa di-custom desain menyesuaikan acara yang akan diselenggarakan. Harga bersaing, dengan kualitas dan pelayanan yang sudah teruji sejak tahun 2010.

Advertisements

Menempuh Hidup Baru

Undangan 2Tepat 1 April 2017 lalu, adalah salah satu momen yang sangat penting bagi saya, di mana saya dan istri saya (sekarang) mengikat janji sehidup semati dalam sebuah acara yang sakral, yaitu menikah. Di hari itu berlangsung sekaligus akad nikah dan resepsi dalam satu hari yang panjang. Ya…panjang… Karena berlangsung dari pukul 08.00 (Akad) sampai pukul (sekitar) 21.00. Capek? Sudah pasti iya, hehe… Tapi semua itu memang tahapan harus dilalui oleh kebanyakan orang sebagai bentuk keseriusan kedua mempelai dalam menjalani kehidupan baru berikutnya yang bernama keluarga. Apa itu keluarga? Googling saja…hehe…

Salah satu kebahagiaan kami (saya & istri) adalah terwujudnya rencana kami untuk ‘bersatu’ dalam suatu ikatan yang sakral. Perjuangan kami menjaga hubungan selama sekitar 2 tahun lebih akhirnya tidak sia-sia. Berbagai rintangan dan aral yang kami hadapi dalam menjalani hubungan sudah terlewati. Sekarang tinggal bagaimana menjalani kehidupan berkeluarga, menjaga keharmonisan, menjaga tali silaturahim antar keluarga (istri/suami), mengatur keuangan keluarga, mendidik anak yang baik, dan lain sebagainya. Dan semua itu harus kita jalani bersama-sama dengan kompak, dan terus belajar tentunya. Karena semua itu ada ilmunya, termasuk ilmu dalam berkeluarga.

Singkat cerita, sudah 7 bulan kami menjalani masa bersuami-istri. Mulai muncul berbagai masalah yang harus kami hadapi dan selesaikan bersama. Semoga bisa tetap kompak selalu dalam bekerjasama menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah kami…aamiin. Dan alhamdulillah kami langsung dipercayakan oleh Allah SWT untuk merawat anak, yang saat ini masih dalam kandungan ibunya. Sudah sekitar 6 bulan usia kehamilannya. Mohon doanya, semoga istri saya kuat fisik dan mentalnya dalam menjalani masa kehamilannya, dan semoga nanti bisa melahirkan dengan cara normal, sehat selalu ibu dan bayinya…AAMIIN.

Sekian cerita singkat tentang momen terbaik dalam hidup saya dan istri. Semoga kita semua yang sudah berkeluarga bisa sama-sama menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah…aamiin. Dan buat teman-teman yang belum atau akan menikah, semoga dimudahkan jodohnya, dan dilancarkan rezekinya…aamiin…

MANUSIA SAMPAH

Hampir setiap bepergian, entah itu berkendara (sepeda motor atau mobil), ngangkot, atau berjalan kaki, selalu melihat orang membuang sampah sembarangan. Pelakunya pun bervariasi, dari mulai anak kecil sampai kakek-kakek, dari mulai supir/penumpang angkot sampai supir/penumpang mobil mewah. Caranya pun juga bervariasi, mulai dari membuang sampah dari atas sepeda motor, dari dalam mobil (buka kaca, buang sampah ke luar mobil), saat berjalan kaki, dan lain sebagainya. Kondisi ini menurut hemat saya sudah dalam tahap DARURAT! Bayangkan, hampir setiap saya bepergian selalu melihatnya. Untung saya beraktivitas di rumah sehari-harinya, jadi tidak terlalu emosi melihat kondisi tersebut setiap hari.

Dari kondisi tersebut, saya berkesimpulan bahwa itu sudah menjadi ‘kebiasaan’, atau bahkan budaya. Budaya yang TIDAK BAIK tentunya. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena hal tersebut dilakukan si Pelaku tanpa rasa bersalah ataupun malu sama sekali. Dalam agama Islam pun ada hadist yang mengatakan “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Entah hadist itu sahih atau tidak, tapi yang pasti saya meyakini maknanya sangatlah baik.

Manusia Sampah“Tidak ada tempat sampahnya dekat sini.” Mungkin itu salah satu alasan orang membuang sampah sembarangan. Tapi menurut saya itu bukan suatu alasan, melainkan pembelaan. Kalau kita memang benar-benar cinta lingkungan, kalau kita benar-benar beriman, kita pasti tidak akan membuang sampah sembarangan. Banyak cara untuk tidak membuang sampah sembarangan. Salah satunya, kalau kita dalam perjalanan ya simpan dulu sampahnya sampai kita menemukan tempat sampah, taruh di kantong, tas, atau bungkus plastik kering jika sampahnya basah. Di mobil juga harus/wajib/kudu sedia tempat sampah. Kalaupun tidak ada tempat sampah ya jangan buang ke luar mobil.

 

mudikIni bukan masalah sepele menurut saya. Dampaknya sangatlah luas. Lihat saja kasus ‘BREXIT’ a.k.a Brebes Exit lebaran kemarin, kemacetan yang sangat panjang mengakibatkan BANJIR SAMPAH…EDAN! Orang kota tapi perilakunya ‘kampungan’ hehe… Selain itu juga menjadi salah satu penyebab banjir di mana-mana (terutama daerah ibukota dan sekitarnya). Di tempat-tempat wisata, baik wisata dalam kota, maupun wisata alam (pantai & gunung) juga menjadi ajang buang sampah sembarangan. Hal ini tentu saja mengikis keindahan dan merusak kelestarian alam. Sampai-sampai ada slogan “Di mana ada orang Indonesia, di situ ada sampah.” Hehe… Tentu slogan itu bukan ditujukan untuk semua orang Indonesia.

Sangat ultra sulit sekali untuk merubah atau memperbaiki hal ini dalam waktu yang singkat, karena ini berkaitan dengan ‘kebiasaan’ atau ‘budaya’ yang sudah mengakar dalam diri seseorang. Solusinya menurut saya adalah, untuk jangka menengahnya, pemerintah harus secara konsisten turut serta dalam menyosialisasikan kesadaran akan lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat, dan memberlakukan penertiban dengan peraturan yang memberikan efek jera bagi si Pelaku. Untuk jangka panjangnya, di setiap sekolah (terutama SD, SMP, SMA) harus ada pendidikan tentang lingkungan. Dan yang terakhir, menurut saya yang paling penting dan harus dilakukan oleh setiap keluarga adalah mendidik anak-anak kita semua dari sejak dini untuk menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya yaitu dengan mengajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan di mana pun dan kapan pun. Karena tidak ada satu alasanpun yang membenarkan untuk membuang sampah sembarangan! Karena BUMI BUKAN TEMPAT SAMPAH!

monyet1-tempat-sampah-fiber

Sumber gambar/foto: dari berbagai sumber di google

CARA MENGHENTIKAN AUTO-PLAY VIDEO DI FACEBOOK

Mungkin Anda terganggu dengan feature baru dari Facebook di mana video yang di-posting di timeline secara otomatis berjalan (Auto-Play) tanpa kita klik tombol ‘Play’. Nah berikut ini cara untuk menghentikan Auto-Play Video di Facebook:

  1. Klik tombol panah (menu dropdown) yang terdapat di kanan atas tampilan Facebook Anda, lalu pilih ‘Settings‘ (lihat gambar di bawah)
  2. Klik ‘Videos’ di menu sebelah kiri
  3. Klik menu dropdown yang terdapat di sebelah kanan menu Auto-Play Videos, lalu pilih ‘Off
  4.  Selesai…video tidak akan Auto-Play lagi di timeline Anda…selamat mencoba…

Setting Auto-Play Video FB

PEMBAKAR HUTAN = PEMBUNUH MASSAL

Pembakar Hutan - Kampanye

Pembakar Hutan

Luas areal hutan dan lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan mencapai 33.977,25 hektare dengan jumlah kasus kebakaran lahan dan hutan sebanyak 131 kasus dan 27 tersangka korporasi (dikutip dari: kabar24.bisnis.com). Betapa luasnya areal hutan yang terbakar, eh dibakar deng. Tanpa memerhatikan dampak yang terjadi akibat pembakaran hutan tersebut, para pembakar hutan, terutama korporasi, membakar hutan tentu dengan maksud membuka lahan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit salah satunya. Padahal sebenarnya ada cara yang lebih baik dalam membuka lahan, tanpa harus membakarnya. Tapi memang cara yang baik tersebut membutuhkan biaya yang lebih besar dan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan membakar.

Sudah pasti mereka membakar hutan dengan maksud meminimkan biaya dan berharap meraup keuntungan sebesar-besarnya. Hanya demi keuntungan mereka memilih membakar hutan yang jelas-jelas sangat merugikan, terutama merugikan warga yang tinggal di sekitar hutan. Bahkan asapnya bisa sampai ke negara tetangga. Bayangkan asap yang sangat tidak sehat akibat pembakaran hutan itu dihirup berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, oleh warga di sekitarnya. Jelas sekali penyakit pernapasan sudah menjangkiti warga tersebut. Dan ini kasus yang terus terulang setiap tahunnya. Artinya pemerintah, dalam hal ini penegak hukum, belum secara tegas menindak para pelakunya, tidak ada efek jera. Dan yang lebih penting lagi sebenarnya adalah mencegah. Ya…seharusnya para penegak hukum bisa mencegah pembakaran hutan yang bisa dibilang sudah dalam tahap darurat. Atau paling tidak meminimalisir terjadinya pembakaran hutan. Pengawasan lebih ditingkatkan.

Tentu tulisan ini bukan bermaksud menghakimi atau menyudutkan salah satu atau beberapa pihak yang berwenang. Tulisan ini sekedar ungkapan hati seorang pengusaha UKM yang peduli terhadap alam dan lingkungan. Ya…saat ini yang bisa saya lakukan hanya menulis, sebagai kritik yang membangun bagi pihak yang terkait. Dan berdoa pastinya, agar para pelakunya sadar, dan tidak melakukannya lagi. Dan semoga warga yang menjadi korban, yang menghirup asap hasil bakaran hutan tersebut diberi kesabaran, dan yang terjangkit penyakit semoga lekas sembuh. Aamiin… Sekian 😉

3 Karakteristik Orang Dilihat dari Cara Berkendara

Ada 3 tipe karakteristik orang yang bisa dilihat dari cara berkendaranya, terutama saat berhenti di lampu merah (traffic light):
1. Tipe orang Rule Breakers. Orang tipe ini akan selalu berhenti di depan garis marka jalan atau zebra cross saat lampu merah tanpa rasa ragu dan tanpa merasa bersalah. Tapi…dengan catatan klo ga ada Polisi…wkwkwk… Klo ada Polisi mah patuh juga hihi… Mereka berpikir dengan berada di depan garis bisa lebih cepat sampai tujuan haha…padahal klo lampu merahnya sejajar garis, gimana dia bisa tau klo udah lampu hijau? (gak keliatan lampunya). Nunggu diklakson atau nunggu ditabrak dr belakang?
2. Tipe orang Followers. Orang tipe ini bisa dibilang plin plan, atau ga punya pendirian. Jadi, ketika banyak orang yang berhenti di depan garis marka jalan/zebra cross, mereka pun ikut-ikutan berhenti di depan garis. Tapi, klo ga ada yg berhenti di depan garis, maka mereka pun juga berhenti di belakang garis. Jadi, keputusan mereka tergantung keputusan orang lain.
3. Tipe orang Obedient Rules (Patuh Aturan). Orang tipe ini akan berhenti di belakang garis. Kalaupun kelewatan garis dia akan mundur sampai belakang garis. Atau kalau kelewatan garis, dan tak mungkin mundur lagi karena di belakang sudah penuh kendaraan, maka dia akan merasa menyesal. Mereka juga cerdas, karena dengan berhenti di belakang garis mereka pasti tau kapan harus jalan (lampu hijau), tanpa harus nunggu diklakson. Bisa jadi yang berhenti di belakang garis justru yang paling cepat sampai tujuan…hehe…

Hayoo Anda Tipe orang yang mana? 1, 2, atau 3

*ini hasil pemikiran ‘sotoy’ ane sendiri, abaikan saja klo ga setuju hehehe…

Menghemat Listrik dengan Lampu LED

Menghemat Listrik dengan Lampu LED

Beberapa minggu lalu saya mendengar cerita tetangga yang cukup mencengangkan. Pasalnya, beliau yang biasanya membayar listrik (PLN) per bulan Rp600ribuan s.d Rp700ribuan, bulan Mei kemarin hanya membayar Rp300ribuan. Setelah ditelisik ternyata beliau mengganti seluruh lampu di rumahnya dengan Lampu LED. Ternyata sangat signifikan pengaruhnya. Dan banyak dari kita yang masih belum tahu mengenai Lampu LED, termasuk saya hehe… Hal ini bisa dilihat dari komentar di status Facebook saya beberapa minggu lalu. Beberapa teman berkomentar menanyakan tentang Lampu LED karena belum tahu sama sekali mengenai Lampu LED. Beberapa lainnya ada yang sudah tau tapi belum pernah mencoba menggunakannya. Dan beberapa lainnya lagi sudah ada yang menggunakannya dan membenarkan apa yang saya sampaikan di status Facebook saya.

Lampu LEDSetelah mendengar cerita tersebut, timbul rasa penasaran saya mengenai Lampu LED ini. Ya…karena lampu ini sudah terbukti mampu menghemat listrik hingga 80% (menurut beberapa sumber). Mulailah saya mencari informasi mengenai Lampu LED ini dengan googling. Diode pancaran cahaya (bahasa Inggris: light-emitting diode; LED) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Begitulah kira-kira pengertian LED menurut Wikipedia (padahal ga ngerti juga artinya apa haha…). Namun, ada pertanyaan penting yang harus dicari tahu jawabannya, “Mengapa Lampu LED bisa lebih hemat dari lampu Neon atau Bohlam?”. Setelah googling, ketemulah jawabannya. Simpelnya, karena Lampu LED dengan Watt yang jauh lebih kecil, mampu menghasilkan cahaya yang terangnya sama dengan Lampu Bohlam yang ber-Watt besar. Mari kita bandingkan:
1 WATT (SETERANG 10 WATT BOHLAM)
2 WATT (SETERANG 20 WATT BOHLAM)
3 WATT (SETERANG 30 WATT BOHLAM)
5 WATT (SETERANG 50 WATT BOHLAM)

Dari perbandingan tersebut jelas bahwa Lampu LED jauh lebih hemat listrik. Mengapa konsumsi listrik suatu barang elektronik besar? Karena Watt-nya besar. Jadi, kalau Watt-nya kecil jelas sekali menghemat konsumsi listrik, yang artinya menghemat pengeluaran uang rutin bulanan kita. Buat yang mau menghemat pengeluaran bulanannya, menggunakan Lampu LED ini bisa jadi solusi. Tapi tetap cari informasi lain selain dari tulisan ini, agar keputusan kita memakai Lampu LED ini tidak menimbulkan masalah baru. Perbandingan Lampu LED dengan Lampu Bohlam tadi bisa dijadikan patokan dalam memilih Lampu LED mana yang cocok untuk digunakan di suatu ruangan. Jangan sampai terlalu terang atau terlalu redup. Oiya, selain hemat listrik, lampu LED ini juga lebih awet. Meskipun harganya memang lebih mahal dibanding lampu Neon atau Bohlam, tapi dengan kehematan dan keawetannya, harganya yang mahal itu menjadi sangat pantas (worthed). Ada beberapa merek lampu LED, dari Brand terkenal sampai Brand China yang harganya lebih ‘hemat’ hehe…

Akhir kata…semoga info ini bermanfaat dan selamat mencoba ya… 😉

Sumber: maaf link sumbernya lupa, tapi banyak kok info tentang Lampu LED ini, silakan googling aja